Penerapan Kurikulum 2013
dianggap hanya sekadar formalitas. Semuanya tampak dari minimnya
persiapan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam menerapkan
kurikulum tersebut di semua sekolah.Catatan yang tidak
berbeda juga datang dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa
Timur yang meminta penundaan pelaksanaan Kurikulum 2013 hingga tahun
ajaran 2014/2015.
"Para pengajar belum tersentuh dengan kurikulum baru (2013). Guru
yang mata pelajarannya hilang atau disatukan butuh waktu untuk
penyesuaian dengan penerapan kurikulum tersebut," ujar Ketua PGRI Jatim,
Ichwan Sumadi, di Surabaya (2/5).
Bercermin dari pelaksanaan UN (Ujian Nasional) 2013 yang karut
marut, PGRI mengusulkan ke Kemendikbud untuk dua hal yakni prioritas
pemberdayaan guru dan menghapus UN.
Hal yang sama juga dikemukakan pengamat pendidikan yang pernah
menjadi anggota Dewan Pendidikan Jatim, Prof Daniel M. Rosyid. Bahkan,
secara ekstrem, ia mengibaratkan bahwa kebutuhan utama bukan perubahan
kurikulum, tapi perubahan guru dan budaya belajar.
"Guru harus profesional, jangan diintervensi birokrat pendidikan
dan wali murid, tapi pembinaannya dilakukan oleh organisasi profesi
guru. Budaya belajar juga dikembangkan dengan membangun budaya membaca
yang sehat, pengalaman dan praktik diskusi kelas, budaya menulis, lalu
beri kesempatan luas untuk berbicara," tukasnya.
jadi bagaimana dengan kita para mahasiswa fakultas keguruan yang akan segera melaksanakan PPL?siapkah?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)